Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, dan Perbedaan Reksadana dan Saham

Reksadana

Investasi reksadana dan saham sedang sangat populer saat ini. Namun, sayangnya tidak semua orang mengetahui detail dari kedua jenis investasi tersebut. Padahal sangar penting bagi Anda mengetahui lebih dalam sebelum memulai berinvestasi.

Pengertian Reksadana dan Saham

Reksadana

Reksadana itu adalah sarana investasi yang memiliki kegunaan untuk menghimpun dana berasal dari pemodal untuk selanjutnya itu diinvestasikan ke dalam portofolio efek melalui pihak Manajer Investasi.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa reksadana adalah wadah untuk berinvestasi yang dimiliki oleh Manajer Investasi (MI) yang di dalamnya terdapat beberapa macam saham.

Jenis Reksadana

Reksadana terbagi menjadi dua jenis, diantaranya adalah reksadana terbuka dan reksadana tertutup. Reksadana terbuka adalah jenis investasi yang dapat diperjualbelikan kembali tanpa melalui bursa efek kepada perusahaan Manajemen Investasi. Sedangkan, reksadana tertutup merupakan jenis investasi yang sahamnya tidak bisa diperjualbelikan kepada perusahaan manajemen investasi.

Ciri-Ciri Reksadana

Dari pengertian reksadana, dapat ditemukan beberapa ciri-ciri dan karakteristik untuk membedakan dengan jenis investasi lain. Anda dapat menemukan beberapa ciri dari reksadana sebagai berikut:

  1. Reksadana adalah bagian dari perusahaan sekuritas atau manajemen aset.
  2. Reksadana dapat dijual oleh pihak agen penjual, bisa dari pihak bank maupun perusahaan sekuritas.
  3. Uang pertanggungan dan biaya asuransi tidak berlaku pada reksadana.
  4. Jumlah yang harus disetorkan sebagai biaya pembiayaan reksadana berkisar 0% sampai 2% dari nilai
  5. Reksadana bebas biaya administrasi.
  6. Biaya penjualan reksadana berkisar 0% sampai 2% dari nilai reksadana di tahun pertama.
  7. Jumlah alokasi dana yang akan disetor berkisar antara 98% hingga 100% pada tahun pertama.
  8. Reksadana menggunakan satu harga.
  9. Investor yang berinvestasi di reksadana, sebagian besar merupakan perusahaan-perusahaan institusi dan ritel.
  10. Biasanya investor di reksadana telah mengetahui dan memahami mengenai produk reksadana yang akan dibelinya.

Saham

Menurut tokoh Maya Malinda, saham merupakan salah satu instrument pasar keuangan yang digunakan perusahaan sebagai sumber pendanaan perusahaan. Saham juga merupakan wadah investasi yang paling dicari investor untuk memberikan keuntungan.

Saham

Jenis-jenis Saham

Dalam segi kemampuan jenis-jenis saham terbagi menjadi saham biasa dan saham preferen. Saham biasa adalah suatu saham yang dapat diklaim dengan melihat dari keuntungan dan kerugian yang ada pada perusahaan. Sedangkan saham preferen adalah saham yang nilai pembagian keuntungannya tetap, sehingga pada saat perusahaan mendapatkan kerugian, maka prioritas utama pembagian hasil penjualan aset perusahaan diserahkan kepada pemegang saham.

Jenis saham berdasarkan kinerjanya terbagi menjadi blue chip stocks, income stocks, growth stocks, speculative stocks, cyclical stocks, emerging growth stock, dan defensive stock.

Ciri-Ciri Saham

Ciri-ciri saham dapat dilihat dari jenis saham preferen dan saham biasa. Berikut merupakan ciri-ciri dari saham preferen:

  1. Terdiri dari beberapa macam tingkat dan dapat dimunculkan dengan ciri-ciri yang berbeda.
  2. Pada saham preferen, tagihan aktiva dan pendapatan mendapatkan prioritas lebih tinggi dalam pembagian
  3. Dividen kumulatif pada saham preferen akan dibayarkan pada periode berjalan apabila pada periode sebelumnya belum terbayarkan.
  4. Saham preferen bersifat konvertibilitas. Sifat memungkinkan saham preferen dapat ditukar dengan saham biasa.

Sedangkan saham biasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pemegang saham memiliki hak untuk memilih dewan komisaris.
  2. Hak pemegang saham didahulukan apabila terdapat penerbitan saham baru.
  3. Tanggung jawab pemegang saham tergantung pada jumlah yang telah diberikan.

Perbedaan Reksadana dan Investasi Saham

Sebelum Anda menentukan investasi mana yang akan Anda pilih dan agar Anda yakin pada investasi pilihan Anda, maka Anda dapat mengetahui perbedaan dari kedua investasi ini sebagai berikut:

  1. Pengelolaan Dana
    Pada investasi saham, Anda sebagai investor akan mengelola secara langsung sendiri investasi Anda. Namun, Anda tetap dapat berkonsultasi terkait saham dengan pihak pialang.

    Dana akan dikelola oleh Anda sendiri, oleh karena itu penting bagi seorang pemula menyiapkan waktu untuk memantau pergerakan saham. Selain itu Anda juga harus menyediakan waktu untuk memahami lebih mendalam terkait saham, seperti mengetahui teknik permainan saham, analisa saham, dan lain-lain agar keuntungan yang Anda dapatkan maksimal.

    Berbeda dengan investasi saham pada reksadana, dana dikelola oleh Manajer Investasi. Ketika dana sudah diserahkan kepada Manajer Investasi, maka Manajer Investasi akan menentukan mana saja saham yang akan dibeli, dijual, atau ditahan.

    Manajer Investasi akan melakukan semuanya berdasarkan analis yang mereka lakukan di pasar saham. Sebagai investor, tugas Anda hanyalah memantau Manajer Investasi dalam melakukan investasi.

  2. Tingkat Resiko
    Dalam investasi saham, segala aktivitas sepenuhnya diatur oleh investor. Oleh karena itu, saham lebih memiliki resiko, apalagi bagi investor pemula. Sebagai seorang investor pemula, Anda harus mempelajari saham dengan benar. Anda harus tau waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Anda harus mempelajari strategi untuk memperoleh keuntungan dan meminimalisir kerugian.

    Tingkat resiko pada reksadana saham lebih rendah dari investasi saham. Hal ini terjadi karena dana dikelola oleh Manajer Investasi yang lebih profesional dalam mengelola saham sehingga sedikit mengalami kerugian.

  3. Return Investasi
    Return atau keuntungan yang didapat dari investasi pada investasi saham memiliki nilai yang tinggi. Hal ini dikarenakan pada investasi saham, semua dikelola sendiri oleh investor sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya.

    Pada investasi saham, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar 0,1-0,3%. Investasi saham memiliki return yang lebih tinggi karena pergerakan saham diatur oleh investor sendiri.

    Segala sesuatu pada reksadana saham diatur oleh Manajer Investasi. Oleh karena itu Anda sebagai investor haru menyiapkan dana untuk memberikan biaya kepada Manajer Investasi. Selain itu, Anda pun harus memotong keuntungan setiap penarikan dana.

  4. Jumlah investasi saham
    Dalam investasi saham, Anda harus membukanya di perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang mendapat izin usaha dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Awal setoran yang harus diinvestasikan biasanya bebas, namun dalam membeli saham, Anda haru membeli minimal 1 satuan saham yang dijual dalam lot sebanyak 100 lembar.

    Hal paling menarik yang bisa Anda dapatkan di reksadana saham adalah Anda dapat mulai berinvestasi sebesar Rp. 100.000,-, bahkan ada beberapa sekuritas yang memiliki minimum investasi sebesar Rp. 50.000,-. Investasi reksadana saham sangat direkomendasikan bagi Anda yang baru memulai dunia investasi.

  5. Pajak
    Pada investasi saham, Anda akan dikenakan pajak sebesar 0,1% dari nilai penjualan saham dan biaya penjualan. Anda juga akan dikenakan pajak final sekitar 10% saat pembagian dividen.

    Reksadana memiliki kelebihan yaitu tidak dikenakan pajak. Meskipun tidak dikenakan pajak, Anda harus tetap membuat laporan SPT Tahunan terkait keuntungan reksadana.

Itulah ulasan lengkap terkait investasi reksadana dan saham. Anda harus benar-benar mempelajari kedua investasi tersebut. Apalagi bagi Anda yang memilih investasi saham, karena pada investasi saham Anda dituntut untuk mengatur sendiri saham.

Artikel Terbaru
Back to Top
This page needs javascript enabled !