Pahami Beberapa Syarat Untuk Mengajukan Pinjaman Online

Mengajukan Pinjaman Online

Syarat untuk mengajukan pinjaman online berbeda-beda tergantung kepada platform penyedia jasa pinjaman tersebut. Sebutlah beberapa jasa pinjaman online yang sering digunakan yaitu Link Aja, Kredit Pintar, Julo, Kredivo, dan lain sebagainya.

Sekarang ini banyak orang yang beralih ke pinjaman online karena menyediakan berbagai kemudahan. Misalnya saja prosesnya mudah tanpa harus datang dan tatap muka, pencairannya cepat dan tidak memerlukan proses yang panjang, dan masih banyak keuntungan lainnya.

Syarat Untuk Mengajukan Pinjaman Online

Mengajukan pinjaman online sebenarnya tidak begitu sulit jika dilihat dari prasyaratnya. Sebenarnya syarat yang diajukan juga berbeda antara satu fintech dengan yang lainnya. Akan tetapi ada beberapa prasyarat utama yaitu:

  1. Sebagai Warga Negara Indonesia
    Prasyarat ini merupakan komponen utama yang dibutuhkan apabila Anda ingin melakukan pinjaman online. Sebagai warga negara Indonesia, Anda dapat mengirimkan bukti berupa kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syaratnya.

    Banyak pemilik pinjaman online tidak memberikan pinjaman kepada warga negara asing karena ditakutkan mereka tidak melakukan pengembalian dan kembali ke negaranya. Jika hal ini terjadi tentu akan sulit dilacak keberadaannya sehingga pemberi pinjaman juga merugi.

  2. Usia Minimal Adalah 21 Tahun dan Maksimal 60 tahun
    Pada rentang usia ini, mereka dianggap mampu bekerja dan melunasi hutang pada pinjaman online. Maka dari itu pembatasan rentang umur tersebut sangat penting baik bagi si peminjam maupun pemberi pinjaman. Pada usia 21 tahun seseorang dianggap sudah mampu bekerja berada dalam usia matang dan produktif.

    Sedangkan di atas usia 60 tahun biasanya seseorang sudah memasuki masa pensiun sehingga tidak mampu produktif seperti saat masih bekerja. Maka dari itu orang dengan usia di atas 60 tahun tidak diperkenankan mengambil pinjaman online. Meskipun pinjaman online memiliki peraturan yang cukup fleksibel, akan tetapi dalam hal usia mereka punya batasan yang cukup jelas.

  3. Memiliki Pendapatan Tetap Minimal Gaji UMR
    Peminjam uang harus memiliki pekerjaan tetap minimal telah bekerja selama 3 bulan di satu tempat tertentu. Tentunya seorang pemberi pinjaman berharap agar orang yang diberikan pinjaman mampu mengembalikan uang yang telah dipinjamkan berikut bunganya. Maka dari itulah si penerima pinjaman harus tetap bekerja dan membayar kepada pemberi pinjaman,

    Anda dapat mengajukan pinjaman online jika telah memiliki gaji setara dengan upah minimum regional di kota/kabupaten masing-masing. Inilah yang menjadi patokan dan standar bagi debitur untuk dapat memberikan pinjaman kepada seseorang.

  4. Menyetorkan Slip Gaji
    Pinjaman online membutuhkan slip gaji untuk dapat memperkirakan kemampuan Anda di dalam membayar bunga dan mengangsur pokok pinjaman. Selain itu bukti adanya slip gaji juga menjadi dokumen yang sah bahwa Anda menerima pendapatan setiap bulannya.

    Dalam pinjaman bank, biasanya mereka akan meminta slip gaji selama 3 bulan terakhir. Sedangkan pada pinjaman online biasanya hanya meminta slip gaji pada satu bulan terakhir. Bahkan ada perusahaan pemberi pinjaman yang tidak meminta slip gaji. Meski begitu, Anda sebaiknya tetap menyiapkan dokumen ini apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

  5. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak
    Nomor pokok wajib pajak (NPWP) wajib dimiliki oleh setiap orang yang memiliki penghasilan. Jika penghasilan pribadi akan dilaporkan dalam bentuk PPh 21 sebagai wajib pajak. Begitupun dengan perusahaan juga memiliki kewajiban untuk membayar pajak dan melaporkan harta kekayaannya.

    Dari NPWP ini perusahaan pemberi pinjaman online akan menganalisis pendapatan Anda setiap bulan. Disana terlampir rekaman data pendapatan, pajak, kekayaan, dan juga informasi tentang  data pajak personal. Begitu juga dengan data pajak perusahaan bagi yang memiliki usaha.

    Hal ini akan dijadikan dasar untuk menentukan bahwa Anda dapat dan layak menerima pinjaman online atau tidak.

  6. Memiliki Rekening Bank
    Hal ini merupakan prasyarat yang wajib karena pinjaman biasanya dicairkan melalui rekening. Di jaman serba digital dan online ini, hampir semua orang memiliki rekening bank pribadi untuk menyimpan uang yang dimilikinya.

    Kepemilikan rekening juga mempermudah Anda untuk mengambil uang pinjaman jika lolos verifikasi perusahaan pemberi pinjaman. Tentunya nama di rekening harus sesuai dengan nama di KTP yang melakukan pengajuan pinjaman. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan ataupun kesalahpahaman yang mempersulit Anda di kemudian hari.

Syarat Pinjaman Online

Memilih Penyedia Layanan Pinjaman Online

Sebagai orang yang akan meminjam uang, Anda juga harus cerdas dalam memilih penyedia layanan pinjaman. Jangan sampai Anda tertipu dan malah merugikan diri sendiri. Adapun beberapa tips atau kiat dalam memilih penyedia layanan pinjaman online adalah:

  1. Memiliki ulasan yang positif
    Anda dapat bertanya kepada orang yang telah melakukan pinjaman di satu platform tertentu. Anda dapat bertanya tentang besarnya bunga, proses pinjaman, dan lain sebagainya. Selain itu Anda juga dapat mencari di situs online karena semua pinjaman online telah terhubung dengan internet sehingga kita dapat melihat review positif dan negatif dari laman website.

    Selain itu biasanya pemberi pinjaman online akan menyediakan suatu aplikasi di PlayStore ataupun AppStore sehingga terlihat review tentang kelebihan dan kekurangan dari penyedia layanan tersebut.

  2. Memiliki bunga terendah dari perusahaan lain
    Perlu diketahui bahwa fintech memberikan bunga yang cukup tinggi daripada pinjaman di bank. Bunga pinjaman online bisa mencapai 2% per harinya. Sedangkan pinjaman bank hanya berkisar di 1-2% per bulan. Bayangkan betapa perbedaan bunga yang mencolok dari kedua tipe pinjaman ini.

    Meskipun Anda membutuhkan uang dengan cepat, Anda juga harus sabar memilih perusahaan mana yang akan Anda pilih jika ingin melakukan pinjaman online. Misalnya saja Anda dapat memilih perusahaan yang menawarkan bunga paling rendah diantara yang lainnya.

  3. Membandingkan antara biaya administrasi dan keterlambatan
    Anda harus hati-hati di dalam mempertimbangkan biaya administrasi dan faktor denda keterlambatan membayar. Biasanya penyedia kredit online akan memungut biaya administrasi sebesar 3% bahkan lebih. Biaya ini termasuk dalam kategori biaya administrasi yang cukup besar dibandingkan pinjaman bank.

    Selain itu denda keterlambatannya juga cukup besar mencapai ratusan ribu per hari. Anda harus memikirkan biaya apabila Anda terlambat mengembalikan bunga dan pokok pinjaman. Jangan sampai Anda malah tidak mampu membayar dan terlilit hutang yang lebih besar.

  4. Terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK)
    Hal ini cukup penting karena semua perusahaan  kredit resmi terdaftar dan diawasi oleh pemerintah melalui OJK. Apabila terjadi kecurangan dan penyalahgunaan di dalam proses transaksi pinjaman, maka hal ini dapat dilaporkan ke pihak terkait. Oleh karena itu akan lebih aman jika perusahaan tersebut telah terdaftar.

    OJK juga telah memiliki daftar perusahaan yang mampu menyediakan layanan jasa pinjaman online. Anda perlu merujuk kepada hal tersebut jika ingin mendapatkan prioritas keamanan.

  5. Memiliki alamat dan kontak yang jelas
    Sebuah perusahaan yang legal akan memiliki alamat dan nomor kontak jelas yang dapat dihubungi. Apabila Anda kesulitan menemukan kontak dan alamat yang jelas, maka perusahaan tersebut patut dicurigai.

Syarat untuk mengajukan pinjaman online dan berhati-hati melakukan pinjaman sangat diperlukan agar Anda tidak terlilit hutang yang lebih sulit lagi ke depannya.

Artikel Terbaru
Back to Top
This page needs javascript enabled !