Investasi Aman dan Stabil dengan Reksadana Danamas Stabil

Reksadana danamas stabil

Siapa yang belum mengenal yang namanya reksadana danamas stabil? Tempat menginvestasikan modal yang menguntungkan dan menghasilkan.

Banyak dari para investor yang berbondong-bondong melakukan investasi reksadana karena praktis dan simpel. Tidak perlu mengantongi banyak ilmu untuk menggunakannya, dan siap sedia dalam menerima keuntungan. Tinggal titipkan uang, tanpa perlu mengidentifikasi tempat yang mau diinvestasikan.

Tapi, bagi yang baru bergabung dengan dunia investasi, reksadana itu apa sih?

Mengenal Reksadana Danamas Stabil

Reksadana adalah suatu jenis investasi yang memudahkan para investor-investor pemula agar dapat mengelola uangnya tanpa memusingkan cara kerjanya. Jadi, jika anda menginvestasikan dana pada reksadana, anda hanya perlu menitipkan uang anda pada manajer investasi. Manajer investasi sendiri adalah orang terpercaya yang akan memikirkan bagaimana uang anda akan diinvestasikan, ke mana tujuannya, dan bagaimana pengelolaannya.

Anda tidak perlu pusing-pusing memantau grafik, mencari perusahaan-perusahaan atau tempat lain yang cocok dan menguntungkan untuk diinvestasikan. Itu semua adalah pekerjaannya si manajer investasi. Anda tinggal menyiapkan modal, memilih jenis investasi dan semua akan dikerjakan oleh manajer investasi. Anda bisa menunggu waktu yang tepat untuk menerima keuntungan anda dengan melakukan aktivitas lain.

Danamas stabil sendiri merupakan turunan dari PT Sinarmas yang sudah berkiprah lama dalam dunia keuangan. Danamas stabil ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang stabil dengan resiko yang relatif rendah dalam jangka waktu menengah dan panjang.

Danamas stabil adalah reksadana yang diklaim sebagai reksadana terbesar dalam industri reksadana itu sendiri. Jika anda menginvestasikan dana di danamas stabil, 80% uang anda akan diinvestasikan di instrumen surat hutang, seperti obligasi pemerintahan pusat, obligasi pemerintahan daerah, maupun obligasi-obligasi pada perusahaan.

Bagaimana dengan sisanya? 20% sisanya akan diinvestasikan ke instrumen pasar uang seperti Deposit dan Sertifikat Bank Indonesia yang merupakan jenis reksadana pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Kebijakan dalam Berinvestasi Reksadana di Danamas Stabil

Dalam berinvestasi di danamas stabil, ada peraturan-peraturan kebijakannya, seperti:

  1. Waktu jual dan beli
    Dalam melakukan pembelian reksadana di danamas stabil, waktu maksimal pembeliannya adalah sampai pada pukul 12.00 WIB berdasarkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) bursa hari itu. Sedangkan apabila anda membeli di jam lewat dari jam 12.00 WIB, maka akan diproses di hari bursa berikutnya.

    Lalu, untuk waktu jualnya pun sama seperti kebijakan waktu pembelian. Dan untuk konfirmasi serta hasil penjualan kembalinya, harus dengan melakukan transfer maksimal 7 hari bursa.

  2. Kebijakan Investasi
    • Investasi minimum awal, harus melakukan minimum pembelian RP. 10.000.000,-
    • Investasi berikutnya, harus melakukan minimum pembelian sebesar RP. 5.000.000,-
    • Minimum penjualan kembali, sebesar Rp. 100.000,-
    • Biaya Penjualan unit, maksimum sebesar 1,00%
    • Biaya Penjualan kembali, maksimum sebesar 1,50%
    • Biaya Manajer investasi (Fee), maksimum sebesar 1,50%
    • Biaya Bank Kustodian, maksimum sebesar 0,25%
    • Batas maksimum kepemilikan, sebesar Rp. 5.000.000,-
    • Komposisi portofolio, untuk jenis efek hutang minimal 80% sampai maksimal 100%. Dan untuk instrumen pasar uang dan lainnya, minimal 0% sampai maksimal 20%.

    Tips Sukses Bermain Reksadana

    Meski mudah, anda juga tidak seharusnya bersikap tergesa-gesa untuk menginvestasikan dana anda. Sebaiknya, catat hal-hal penting di bawah ini untuk melancarkan misi investasi anda.

    Reksadana danamas

    1. Pahami Reksadana
      Meskipun reksadana mampu memikat investor baru dengan iming-iming praktis karena dikelola oleh ahlinya, namun ada baiknya anda tetap mempelajari reksadana lebih mendalam. Reksadana ini adalah cara investasi yang legal, dan anda juga harus memilih platform yang tepat seperti danamas stabil dari PT. Sinarmas contohnya.

      Ada aturan yang melindungi investasi reksadana ini yaitu dilindungi oleh Undang Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995.

      Anda juga harus memahami jenis-jenis investasi dalam reksadana agar tahu ke mana uang anda akan pergi dan keuntungan yang anda hasilkan. Ada 4 jenis reksadana, di antaranya ada pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.

    2. Pahami Cara Kerjanya
      Jangan menyepelekan cara kerja reksadana ini, meski diambil alih oleh manajer investasi, sebaiknya anda memahami langkah-langkahnya. Jangan hanya karena anda diiming-imingi kepraktisan di awal, lalu anda menyerahkan 100% kepercayaan anda.

      Bisa jadi karena kurangnya kepahaman anda, jika suatu waktu terjadi kerugian, anda menyalahkan manajer investasi. Padahal dalam berinvestasi pasti ada untung rugi yang harus ditanggung.

      Lalu, jika anda sudah memahami reksadana beserta jenis-jenisnya, anda bisa paham jenis mana yang memiliki resiko kerugian paling rendah, seperti obligasi.

    3. Tentukan Tujuan
      Nah, menentukan tujuan dalam berinvestasi juga menjadi pemicu motivasi anda. Tentukan apa tujuan anda menginvestasikan uang. Bisa jadi hal ini menjadi cita-cita anda ke depannya, seperti ingin menghasilkan keuntungan untuk membeli rumah, tunjangan masa tua, dan lain sebagainya.

      Anda juga bisa memilih jenjang mana yang ingin anda pilih. Ingin yang jangka waktu panjang, atau menengah, atau bahkan yang pendek.

    4. Memahami istilah dalam Reksadana
      Dalam berinvestasi, memang selalu ada banyak sekali istilah-istilah baru dan asing yang digunakan. Maka dari itu, belajar adalah suatu keharusan bagi anda agar tidak menyebabkan misunderstanding.

      Di antara istilah-istilah dalam investasi reksadana, yang paling sering muncul adalah:

      • NAB : yaitu Nilai Aktiva Bersih atau biasa disebut asset under management. Ini merupakan jumlah dana yang dikelola dalam reksadana, seperti kas, deposito, saham dan obligasi
      • UP : Unit Persatuan yaitu NAB yang dipecah-pecah, dalam satuan ukuran yang menunjukkan jumlah penyertaan yang dimiliki investor
      • NAB/UP : yaitu nilai aktiva per unit penyertaan atau harga dan juga transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai suatu reksadana
      • Subscription : yaitu jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli reksadana, yaitu antara 0-5%
      • Redemption : yaitu jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk menjual reksadana, yaitu antara 0-5%, sama seperti pembelian
      • Prospektus : berisi mengenai profil dan juga laporan keuangan perusahaan setiap tahunnya untuk gambaran nilai saham dalam perusahaan tersebut
      • Manajer investasi : yaitu manajer atau orang yang bertugas mengelola dana dari para investor
      • Bank Kustodian : yaitu lembaga keuangan yang menjadi pengawas, administrator dan juga yang menjaga aset dari uang yang diinvestasikan investor
      • Portofolio efek : yaitu berisi surat-surat penting seperti saham, obligasi, dan juga penyertaan reksadana yang sudah terjual
      • Transaksi disbursement : yaitu transaksi pencairan ataupun pembayaran dari sebagian unit milik investor, transaksi disbursement ini dilakukan oleh manajer investasi pada bank kustodian, untuk nantinya diberikan pada investor
      • Transaksi switching : yaitu pengalihan jenis reksadana dari jenis yang satu ke jenis lainnya yang dilakukan oleh investor
      • KIK : adalah Kontrak Investasi Kolektif yang merupakan bentuk reksadana kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian

    Jadi, pastikan anda tidak hanya mengandalkan manajer investasi. Perdalam pengetahuan anda dan hafalkan istilah-istilah di atas agar mengurangi resiko terjadinya kesalahpahaman. Demikian penjelasan reksadana danamas stabil, semoga bermanfaat.

    Artikel Terbaru
    Back to Top
    This page needs javascript enabled !