Beda Aplikasi Pinjaman Online dan Bank, Hingga Trik Agar Tak Tertipu

Beda Aplikasi Pinjaman Online dan Bank, Hingga Trik Agar Tak Tertipu

Dulu meminjam melalui perbankan menjadi salah satu solusi utama ketika butuh dana segar dengan cepat. Tapi, sejak ada aplikasi pinjaman onlinebanyak orang beralih pakai aplikasi tersebut karena dinilai punya banyak kelebihan. Lantas, apa sebenarnya beda kedua pinjaman tersebut?

Data membuktikan, hingga Maret 2021 sudah terdapat 148 aplikasi pinjaman dengan sistem online yang masuk kategori aman. Kemudian selama 2020, tercatat pengguna pinjaman online juga meningkat drastis hingga 50 persen lebih. Dimana dana yang sudah tersalurkan mencapai miliaran di seluruh Indonesia.

Beda Aplikasi Pinjaman Online dan Bank

Setelah tahu sekelumit tentang informasi pinjaman online terbaru, Anda juga perlu tahu soal beda antara pinjaman online dengan pinjaman di bank yang bahkan saat ini melakukan kolaborasi dengan pinjamanonline untuk lebih dekat dengan masyarakat.

  • Syarat
    Persyaratan dari pinjaman online biasanya hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP), kemudian data pribadi yang harus diisi melalui formulir yang disediakan. Kemudian, tinggal foto langsung bersama KTP pada fitur yang disediakan aplikasi.

    Akan ada proses verifikasi yang cepat, melalui telepon dimana pihak pinjaman online akan menghubungi calon nasabah untuk klarifikasi sejumlah data. Biasanya maksimal tiga hari kerja sana. Jika lolos verifikasi, maka uang akan langsung ditransfer ke rekening yang sudah dicantumkan saat pengajuan pinjaman.

    Beda dengan bank, yang butuh syarat lebih banyak dan kompleks. Mulai dari identitas lengkap, bukti pendapatan, hingga bukti wajib pajak dan kartu kredit jika memiliki. Selanjutnya proses verifikasi akan dilakukan melalui telepon dan mendatangi calon nasabah. Termasuk menghubungi kerabat yang bisa dihubungi.

    Proses verifikasi hingga pencairan memakan waktu hingga beberapa minggu, tergantung antrian calon nasabah pinjaman di bank tersebut.

  • Jumlah Pinjaman
    Jumlah pinjaman online awalnya hanya berkisar jutaan saja, tapi saat ini sudah banyak yang menyediakan hingga puluhan dan ratusan juta. Tapi, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang diberlakukan.

    Mirip dengan jumlah pinjaman di bank, yang juga sangat variatif namun memiliki range yang jelas. Proses approval akan disesuaikan dengan kondisi keuangan calon nasabah, dengan pertimbangan mampu atau tidaknya mereka membayar cicilan selama tenor yang diajukan.

  • Tenor yang Ditawarkan
    Tenor untuk pinjaman online terbilang pendek, ada yang hanya satu minggu hingga enam bulan. Bahkan ada yang cicilannya harus dibayar setiap hari agar proses pengembalian pinjaman sesuai dengan jadwal yang ditentukan di awal pengajuan pinjaman.

    Untuk tenor perbankan jauh lebih fleksibel, tergantung kesepakatan antara nasabah dan pihak bank. Minimal biasanya tiga bulan dan maksimal hingga beberapa tahun, tergantung jumlah pinjaman yang diajukan dan disetujui dalam akta perjanjian pinjaman.

  • Keamanan Data
    Pada pinjaman online yang sudah diverifikasi oleh instansi terkait dalam hal ini adalah otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data calon nasabah tergolong aman tersimpan dalam database aplikasi, sehingga Anda tak perlu khawatir. Tapi, untuk yang ilegal tentu sangat dipertanyakan keamanan penyimpanan data hingga prosedur pinjamannya.

    Sedangkan keamanan data di perbankan bisa dipertanggungjawabkan, sebab menggunakan sistem yang modern dan sangat mengedepankan privasi nasabah.

  • Proses Penagihan
    Penagihan pinjaman online yang baik, masih menggunakan cara-cara yang baik seperti mengingatkan nasabah ketika akan jatuh tempo. Namun tak sedikit yang melakukan praktek penagihan yang kurang baik, mulai dari telepon tiap sebentar dan berbicara dengan nada mengancam.

    Berbeda dengan perbankan, yang akan selalu melakukan penagihan melalui cara telepon dan SMS setiap masa pembayaran cicilan tiba. Dengan format baku yang mengedepankan etika berbicara.

Rekomendasi Aplikasi Untuk Pinjaman Online

Saat ini tercatat ada 148 aplikasi yang menyediakan pinjaman online dan masuk kategori legal. Anda perlu tahu nama-namanya, supaya tidak salah ketika akan memilih pada aplikasi yang mana Anda akan mengajukan pinjaman. Beberapa diantaranya adalah:

Kredito, Indofund,id, Granada, Cicil, Kimo, KTA Kilat, Akseleran, Investree, Dompet kilat, Amartha, Ammana.id, Maucash, Kedit Pintar, Modalku, Uang Teman, Finmas, Toko Modal, Danamas, Kapitalboost, Samir, Klikcair, Mopinjam. Doeku, Ethis, Finteck Syariah. Ikimodal, Kontanku, BantuSaku.

Masih banyak lainnya yang bisa Anda cek langsung melalui situs resmi OJK. Nama-nama pinjaman online legal ini terus dipantau secara berkala, jadi pastikan Anda melakukan pengecekan terakhir dengan data terbaru OJK.

Sebab bisa saja pada saat ini aplikasi tersebut masih aman, namun pada validasi berikutnya masuk daftar hitam alias kategori ilegal versi OJK dengan berbagai pertimbangan.

Bolehkah Pinjam di Beberapa Aplikasi Secara Bersamaan?

Tidak ada yang melarang siapapun untuk meminjam di banyak aplikasi penyedia pinjaman online di waktu bersamaan. Hanya saja, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal diantaranya:

Aplikasi Pinjaman Online

  • Kemampuan Bayar
    Apakah Anda sanggup membayar semua cicilannya tepat waktu? Bukan hanya jangka pendek namun hingga semua cicilan selesai. Jika bisa, maka tidak ada masalah tapi kalau rasanya akan memberatkan pengeluaran maka pikir ulang untuk meminjam di beberapa aplikasi.
  • Sepenting Apakah Meminjam
    Apakah kebutuhan Anda sangat mendesak? Jika masih ada cara lain selain meminjam di berbagai aplikasi, maka lakukan. Cukup pakai satu aplikasi, kemudian sisanya cari dengan menggunakan uang Anda sendiri atau menjual properti yang dimiliki.
  • Tenornya Berdekatan Atau Tidak
    Jika tenornya berdekatan, mungkin akan sulit membayar apalagi jika pendapatan Anda pas-pasan. Tapi, kalau tenornya memiliki rentang yang cukup maka mungkin masih bisa ditolerir untuk meminjam sekaligus di beberapa aplikasi.

    Jika rasanya tidak sanggup, maka lebih baik tidak melakukan pinjaman sekaligus di berbagai aplikasi. Karena, banyak dampak buruk yang akan Anda rasakan yaitu:

  • Skor Kredit
    Ketika Anda meminjam di beberapa aplikasi, kemudian terjadi keterlambatan pembayaran maka skor kredit Anda akan turun drastis. Bisa-bisa di masa yang akan datang Anda tidak lagi diperbolehkan meminjam di aplikasi pinjaman tersebut.
  • Miskin Mendadak
    Coba bayangkan, pendapatan Anda yang habis hanya untuk membayar cicilan di banyak tempat. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari jadi terbengkalai, tentu akan membuat Anda menjadi miskin secara finansial. Apalagi jika saat ini Anda sudah memiliki keluarga yang harus dinafkahi.
  • Kerja Terganggu
    Produktivitas kerja secara langsung akan terganggu, dimana Anda hanya sibuk memikirkan bagaimana cara melunasi cicilan yang banyak itu. Bukannya menambah pendapatan, bisa-bisa Anda malah kehilangan pekerjaan akibat tidak bisa fokus bekerja dan menghasilkan kinerja terbaik di tempat Anda mencari nafkah saat ini.

Plus Minus Aplikasi Pinjaman Sistem Online

Dilihat dari nilai plusnya, memang pinjaman online sangat menguntungkan karena Anda bisa mendapatkan dana segar dalam waktu singkat. Sehingga masalah ekonomi yang membelit selesai dalam sekejap.

Selain itu, Anda tak perlu mempersiapkan banyak syarat karena hanya dengan mengandalkan KTP saja sudah bisa meminjam sejumlah uang.

Tapi, Anda juga perlu memikirkan nilai minusnya, yaitu tenor singkat sehingga membuat banyak orang keteteran saat harus membayar cicilan.

Itulah deretan informasi yang perlu diketahui seputar aplikasi pinjaman online. Mulai dari perbedaannya dengan pinjaman bank hingga plus minusnya yang harus jadi perhatian serius. Semoga bermanfaat dan jadi acuan Anda, sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa pinjaman tersebut.

Artikel Terbaru
Back to Top
This page needs javascript enabled !